Yang baru :

Selamat Datang! Silakan mencari artikel di blog ini. Blog ini masih dalam tahap construction. Terimakasih banyak sudah berkunjung :) mohon kritik dan sarannya

Sabtu, 14 September 2013

About s ~all of his misunderstanding and me

" Tatapan nya itu masih aku ingat dengan jelas, duduk dengan malas, langkah kali setengah terseret. Tampang yang menurutku biasa saja namun siapa sangka di luar kelas, ia terlihat berbeda dimata orang lain, ya hanya saat itu, aku memang baru menyadarinya. Sisi lainnya yang membuatnya terlihat berbeda.
Sering, tak sengaja, aku bertatapan mata dengannya. Ia hanya diam saja, namun menatapku. Terkadang aku juga melakukan hal yang sama. Aku juga pernah merasakan hal itu. Namun entah apa aku lupa.. Namun yang terjadi padaku ini rasanya pernah terjadi padaku sebelumnya. "  
 
Ia yang melihatku saat aku menangis.
Ia yang menatapku saat aku menangis.
Ia yang memiliki kebiasaan yang sama denganku, melihat animasi jepang dan bahkan mengoleksinya. Atau membaca komik hingga kadang aku sering berdebat dengannya tentang hal sepele yang tidak jelas. Atau bertukar flash hingga aku sering lupa mengembalikan.
Ia juga sering mengagetkanku tentang hal yang terjadi tidak terduga sebelumnya.
Ia membantuku saat aku tidak bisa menyelesaikannya walaupun itu adalah masalah kecil.
Ia yang meminjamiku kain untuk membersihkan kacamataku saat aku lupa tidak membawanya.
Ia yang memperhatikan hal kecil tanpa aku sadari itu yang membuatku malu di depannya.
Ia yang mengingatkanku untuk memperhatikan diriku sendiri.
Ia yang terkadang bisa membuatku tenang.
Ia yang merespon semua kata-kataku lebih cepat dari yang lain.
Ia yang kadang memperhatikanku dari jauh, bahkan saat aku tidak bisa mengetahui di mana ia karena kekuranganku *penglihatanku*
Ia yang bahkan sering mengusiliku hingga aku jengkel dibuatnya.
Ia yang bisa merajuk jika aku tidak melakukan sesuatu seperti mengikuti keinginannya.
Ia yang membantuku saat aku tidak bisa menjawab.
Ia yang tersenyum saat aku melihatnya.
Ia yang tertawa melihatku bertingkah aneh.
Ia yang mendengarkanku dengan seksama saat aku menjelaskan sesuatu kepadanya.
Ia yang membuat orang lain salah sangka karena aku terlalu sering berbicara berbagai topik dengannya.
Ia yang bercerita mengebu-ngebu kapan pun itu.
Ia yang pertama kali memulai pembicaraan.
Ia yang duduk di sampingku di waktu yang aku bahkan tidak bisa membayangkan bahwa hal yang tidak mungkin itu malahan terjadi.
Ia yang berkata "iya" saat kuminta ia tidak mengganguku menyelesaikan lukisanku.
Ia yang menungguku menyelesaikan bagianku.
Ia yang tetap asik menikmati game-nya sementara ia ada satu meja denganku di sampingku.
Ia yang kadang bisa membuatku gugup.
Ia yang menjawab tanggal berapa hari ini? Dan bulan apa ini? Saat aku berkata sendiri.
Ia yang melihat sekilas apa yang aku lakukan saat aku tengah sibuk sendiri di depan notebook.
Ia yang sering bercerita dan berkata apapun dengan temannya saat pelajaran disekolah.
Ia yang membuatku harus membantunya untuk menyelesaikan kompetisi lukisan timnya yang sebenarnya itu bukan bagianku.
Ia yang membuatku harus masuk ke dalam timnya.
Ia yang meminta pendapatku "apakah coretan kuasnya itu bagus?".
Ia yang melihatku saat aku tersenyum melihat karya teman satu timku yang lain sedikit aneh.
Ia yang langsung mencari saat aku memintanya untuk mengambilkan beberapa cat warna.
Ia yang ternyata menatapku dan itu hal yang aku tidak menyadarinya saat aku melihat video rekaman milik temanku.
Ia yang harus kubetulkan bagaimana caranya menggunakan kuas di dinding.
Ia yang berkata kepadaku memintaku membantunya membuat peta.
Ia yang membuatku berjanji untuk membantunya memberi warna pulau-pulaunya.
Ia yang melukis sendiri disaat yang lain tidak ada yang memperdulikannya.
Ia yang membuatku membatalkan jam makanku saat kulihat ia bekerja sendirian untuk membantunya, ya membantunya disaat aku benar-benar merasa lapar.
Ia yang berkata "ya, aku butuh banyak bantuan" saat aku bertanya kepadanya dan ia tengah sibuk dengan pulau-pulau yang lain.
Ia yang akhirnya aku pinjami pensil warnaku.
Ia yang akhirnya aku harus membuatkannya beberapa pulau, beberapa danau, beberapa laut, dan aku selesaikan dengan mewarnainya.
Ia yang mengajakku berbicara selagi aku sedang fokus mewarnai beberapa pulaunya.
Ia yang bertanya kepadaku "kamu mau kuliah dimana" padahal aku baru berpikir tentang kata itu untuk topik berbicara dengannya.
Ia yang berkata "itu pilihan yang bagus, sesuai dengan jurusanmu", saat aku berkata bahwa banyak anak laki-laki yang pasti masuk kesana dan ia menambahkan "biar kamu nanti yang beda disana" dan ia masih dengan pensil warna biru untuk mewarnai samudra, ia tetap fokus mewarnainya dan saat itu juga aku tertegun melihatnya.
Ia yang saat kutanya akan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan ia ingin masuk suatu jurusan namun ia seperti mengurungkan niatnya karena memiliki banyak saingan.
Ia yang saat aku bertanya untuk masuk ke suatu jurusan lain yang ia lebih mahir namun ia mengatakan ia tidak bisa karena ia berkata adiknya marah-marah saat ia mengajarinya.
Ia yang membuatku saat itu tertawa. Ia yang membuatku bertanya adiknya berada di tingkat apa, yang setelah aku tau aku dan dia memiliki adik di tingkat yang sama.
Ia yang membuatku sering menatapnya saat ia bersungguh-sungguh menyelesaikan petanya.
Ia yang akhirnya bersemangat saat orang lain datang untuk membantunya.
Ia yang membuatku lega saat ia mulai bersemangat.
Ia yang menulis note 'arigatou gozaimasu[1]' di kotak pensil warnaku yang baru aku sadari malam harinya.
Ia yang menurutku sikapnya sekarang sedikit berbeda dari tahun pertama aku mengenalnya.
Ia yang ternyata tahu bahwa setiap perempuan meneriakkan namanya jika ia turun ke lapangan.
Ia yang banyak sekali anak perempuan yang mengagumi dan menyukainya.
Ia bahkan tahu juga jika mereka mengatakan ia kece.
Ia yang melihat kearahku saat aku -terpaksa karena diajak menjadi supporter- melihat kompetisi di lapangan dimana ia ikut didalamnya.
Ia yang berkata kepadaku dengan terlalu percaya diri dengan semua hal yang dilakukannya.
Ia yang bertanya kepadaku apakah aku lulus uji coba.
Ia yang membuatku kagum disaat ia mulai bangkit di saat keterpurukannya.
Ia yang tidak membalas pesanku saat aku mengucapkan 'tanjoubi omedetou'[2].
Ia yang berkata dengan bangga apa anime terbagus yang ia punya.
Ia yang berkata kepadaku bahwa ia mulai menyukai genre romance yang membuatku tersentak mendengarnya dan memintanya mengulang sekali lagi.
Ia yang membuatku diawasi oleh guru karena saat itu ia bercerita panjang lebar kepadaku.
Ia yang membuatku tidak bisa menatapnya saat bersalaman dengannya.
Ia yang tetap menjabat tangankku dengan tangannya yang besar disaat aku sedikit meregangkan tanganku.
Ia yang saat itu berkata "tetap bertukar anime ya!" disaat aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu untuknya tapi tidak jadi.
Ia yang menatap kearahku setelah mengutarakan akan masuk sekolah yang akan ia pilih.
Ia yang akhir-akhir hari ini aku jarang berbicara dengannya.
Ia yang membuatku terdiam dan terpaku melihatnya saat ia tersenyum hari itu. Ya. Aku tidak bisa mengelaknya, lebih dari siapapun, senyumnya itu manis sekali! *stop, saya bisa gila nanti*
Ia yang akhirnya membuatku takut, takut untuk menyukainya setelah peristiwa waktu itu.
Ia yang membuatku bisa tersenyum saat melihatnya berjalan dari jauh.
Ia yang membuatku sedikit khawatir setelah ia berkata saat itu dengan keras, saat aku membuatkan lukisannya. ia belum tau yang sebenarnya, tapi ia sudah terlanjur mengatakannya. Dan kata-kata itu sangat berat saat aku mendengarnya.
...

Aku tidak tau apakah ia mengetahuinya, tapi aku harap tidak. Lebih baik memang seperti ini. Aku dan semua salah pahamnya. Aku sangat terkejut saat ia mengatakaannya saat aku melukiskan gambar untuknya.

" Seharusnya kamu tau, aku sedang memikirkanmu! Bukan orang lain yang kamu katakan itu! Itu sebabnya aku memang takut untuk menyukaimu, terlebih juga jika akhirnya menjadi salah sangka seperti ini. Ini pasti aku yang salah lagi. Tidak apa-apa. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf kalau aku tidak pernah mengatakaannya saat itu."

Terimakasih banyak sudah belajar di kelas yang sama denganku sampai tingkat 3 ini.
Terimakasih sudah bercerita banyak denganku.
Terimakasih sudah mendengarkan semua cerita-ceritaku.
Terimakasih untuk semua yang kamu lakukan... dan
Terimakasih sudah berteman denganku.
Tetaplah bersikap seperti itu. Aku menyukai semua tentangmu. Aku senang kita bisa berteman :)

" Mulai hari itu, aku memang jarang berbicara dengannya. Namun, aku ingin tetap berteman dengannya. Semoga bisa. Sampai kapanpun itu. Terus bisa berteman dengannya. "

Ia yang sekarang membuatku tidak khawatir lagi, karena ia sudah menentukan pilihannya.
Ia yang bisa membuatku berpikir apapun yang terjadi selanjutnya nanti, aku pasti akan baik-baik saja, juga dia.
___________________________________________________________________________
footnote
1. arigatou gozaimasu (bahasa Jepang) = terimakasih banyak
2. tanjoubi omedetou = selamat ulang tahun

0 comments: