Yang baru :

Selamat Datang! Silakan mencari artikel di sini. Blog ini sampai sekarang masih dalam tahap construction. Terimakasih banyak sudah berkunjung 🐣 mohon kritik dan sarannya πŸ™‡πŸ»πŸŒΌπŸ€

Tampilkan postingan dengan label 2nd grade. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

Pasukan Muda IPA1 ~edisi study excurision

dsc04512
waktu menjelang liburan semester ke 2 kelas 2, sekolah ngadaain kegiatan yang enggak biasa buat ngisi class metting *biasanya cuma kegiatan yang kurang bermutu (misal: duduk depan kelas buat cuci mata, bengong), ternyata tahun ini beda formatnya.

LEBIH seru, LEBIH berwarna, LEBIH menantang, LEBIH berbeda, LEBIH lebih pokoknya haha..

aku sama temen temen SULOYO13 dapet kesempatan ke Kinahrejo (deket rumahnya mbah Maridjan) tau dong, tujuan utamanya ke Gunung Merapi 😊, ngapain disana coba? foto-foto? BUKAN!

kita disana berasa jadi seorang ilmuan muda.. *sok keren ini bro!
mengamati lingkungan di Gunung Merapi sana.. panas-panas *walau masih pagi* tapi SERU juga..!

Journey selanjutnya ke Museum Gunung Merapi, ada hubungannya juga ini sama Gunung Merapinya, kurang lengkap rasanya ke Gunung Merapi tanpa tau asal-usul dan kejadian yang selama ini terjadi. mau tau gimana kejadian meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 kemarin? mau tau sejarahnya Gunung Merapi? mau tau kisah-kisah dan mitos tentang Gunung Merapi? mau tau tipe-tipe Gunung Merapi? disana ADA! 😊

dan yang terakhir ke Sand Dune ato lebih dikenalnya Gumuk Pasir. letaknya deket sama Pantai Parang Tritis. hamparan pasir yang luas, ditengah-tengahnya ada oasis, banyak ditanami bakau, pasirnya lembut, aku sama temen-temen maen-maen sepuasnya..

-----------------------------------------------------------------------
haha dan ini nih, orang - orang yang jadi korban *korban tertangkap kamera maksudnya*
Take!πŸ“Έ #suloyo13 #StudyEcursion2012 #Kinahrejo #Museum Gunung MerapiπŸŒ„ #Sand DuneπŸͺ

dsc045151

DSCN2048

dscn2338

dsc04502

img_00911

sam_1206

dscn2427

img_0186

img_0161
-----------------------------------------------------------------------
hmm.. ngomong-ngomong tentang study excursion ini, nggak semua siswa ikut loo.. *lah terus?
gini-gini ada temen aku yang nggak ikut juga, kayaknya itu lagi ikut lomba ato gimana ya.. *sori aku lupa hehe
siapa ya yang nggak ikut? hmm.. aku cari tau dulu deh! 😊
2/12/2013 05:46:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 0

Kamis, 26 Juli 2012

Laporan Kimia - Kesetimbangan Kimia

lap kimia kesetimbangan
hai, minna :) aku mau cerita tugas kimia nih. materi kali ini tentang Kesetimbangan. seperti biasanya setelah materi selesai, kita menerapkan materi yang sidah diterima untuk diuji di dalam sebuah praktikum kecil di sekolah. dan ini dia laporannya. Ini tugas laporan tentang kesetimbangan kimia. guru pembimbingnya bapak Aris Sutaka.
--------------------------------------------------------------------------
 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENGARUH PERUBAHAN KONSENTRASI DAN VOLUME TERHADAP KESETIMBANGAN
Hari dan Tanggal : Selasa, 11 Oktober 2011
Oleh : Latifah Suryaningrum

A. Eksperimen
Pengaruh perubahan konsentrasi dan perubahan volume terhadap keseimbangan

B. Tujuan
a. Menyelidiki pengaruh perubahan konsentrasi ion Fe3+ dan ion SCN- serta perubahan volume pada kesetimbangan
b. Menyelediki arah pergeseran kesetimbangan

C. Reaksi Kimia
Fe3+ + SCN- FeSCN2+

D. Alat dan Bahan
     Gelas kimia
     Tabung reaksi
     Rak tabung reaksi
     Pipet tetes
     Aquadest
     Kristal Na2HPO4 1M
     Larutan FeCl3 1M
     Larutan KSCN 1M

E. Prosedur
1. Memasukan aquadest sebanyak 25 mL ke dalam gelas kimia.
2. Menambahkan lima tetes larutan FeCl3 1M dan lima tetes larutan KSCN 1M ke dalam gelas kimia yang berisi aquadest kemudian membagi sama banyak campuran tersebut ke dalam lima tabung reaksi yang sudah disiapkan.
3. Menambahkan satu tetes larutan KSCN pada tabung reaksi pertama.
4. Menambahkan satu tetes larutanFeCl3 pada tabung reaksi kedua.
5. Menambahkan sebutir kecil Na2HPO4 ( yang mampu mengikat ion Fe3+ ) pada tabung reaksi ketiga.
6. Menambahkan 5 mL pada tabung reaksi keempat.
7. Tabung reaksi kelima tidak ditambahkan larutan, pengamat menggunakannya sebagai pembanding.
8. Mengamati dengan cara melihat dari atas tabung reaksi perubahan warna larutan dalam keempat tabung reaksi dibandingkan dengan tabung reaksi kelima yang digunakan sebagai pembanding.
9. Mencatat hasil pengamatan.

F. Dasar Teori
Pada keadaan kesetimbangan, reaksi berlangsung terus menerus dalam arah yang berlawanan. Akan tetapi jika pada suatu sistem kesetimbangan tersebut diberi aksi (pengaruh) dari luar maka sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami pergeseran dan membentuk kesetimbangan yang baru.

Tahun 1884 Henri Louis Le Chatelier berhasil menjelaskan pengaruh faktor luar terhadap kesetimbangan, yang dikenal dengan azas Le Chatelier, yang berbunyi :

“ Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi) maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.”

Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.
Bagi reaksi:
A + B « C + D

Kemungkinan terjadi pergeseran:
1. Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B membentuk C dan D, sehingga jumlah mol A dan Bherkurang, sedangkan C dan D bertambah.
2. Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol C dan Dherkurang, sedangkan A dan B bertambah.

Reaksi sistem terhadap aksi luar adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan. Faktor yang dapat menggeser letak keseimbangan :
1. Perubahan Konsentrasi
2. Perubahan Volume
3. Perubahan Tekanan
4. Perubahan Suhu

Apabila konsentrasi salah satu zat yang terlibat dalam kesetimbangan, maka berdasarkan azas Le Chatelier sistem akan mengurangi pengaruh perubahan tersebut.
- Jika konsentrasi pereaksi diperbesar maka sistem akan mengurangi penambahan tersebut dengan menggeser kesetimbangan ke kanan sehingga pereaksi berkurang dan hasil reaksi bertambah.
- Jika konsentrasi pereaksi diperkecil maka menambah pereaksi dengan mengurangi hasil reaksi sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri.

Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.
- Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi kecil.
- Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi besar.
- Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.

G. Hasil pengamatan
Tabung Reaksi
Zat yang ditambahkan
Warna larutan dibanding tabung kelima
1
KSCN
Warna merah semakin pekat
2
FeCl3
Warna merah semakin pekat, tetapi lebih pekat larutan pada tabung reaksi 1
3
Na2HPO4
Menjadi kuning
4
H2O
Lebih bening

H. Pertanyaan Untuk Analisa

1. Bagaimana pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap sistem dalam kesetimbangan :
a. Jika ditambah FeCl3
b. Jika ditambah KSCN
c. Jika ditambahkan Na2HPO4 ( mengikat/mengurangi ion Fe3+)
Jawab :
a. Reaksi sistem mengurangi komponen Fe3+ sehingga pereaksi berkurang dan hasil reaksi bertambah. Hal ini berarti terjadi pergeseran kesetimbangan ke arah kanan.
b. Reaksi sistem mengurangi komponen SCN- sehingga pereaksi berkurang hasil reaksi bertambah. Hal ini berarti terjadi pergeseran kesetimbangan ke arah kanan.
c. Reaksi sistem akan menambah komponen. Hal ini berati terjadi pergeseran ke arah kiri.

2. Bagaimana pengaruh perubahan volume akibat penambahan air terhadap sistem dalam keadaan kesetimbangan ?
Jawab : Penambahan air terhadap sistem dalam keadaan setimbang menyebabkan volume larutan lebih besar. Penambahan volume dapat membuat sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.

I. Kesimpulan
- Jika konsentrasi diperbesar maka reaksi sistem akan mengurangi komponen tersebut.
- Bila ke dalam suatu sistem kesetimbangan, konsentrasi salah satu komponennya ditambah maka kesetimbangan akan bergeser dari arah penambahan itu, dan bila salah satu komponen dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pengurangan itu.
- Jika volume diperbesar maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.
- Bila voume sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang besar.

J. Lampiran

Buat yang mau liat laporan yang asli disini nih :)


Buat filenya temen-temen bisa donwload [di sini]
7/26/2012 03:16:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 0

Rabu, 24 Agustus 2011

Laporan Kimia - Termokimia

lap kimia termokimia
hai, minna :) aku mau cerita tugas kimia nih. materi kali ini tentang Termokimia. seperti biasanya setelah materi selesai, kita menerapkan materi yang sidah diterima untuk diuji di dalam sebuah praktikum kecil di sekolah. dan ini dia laporannya. Ini tugas laporan tentang Penentuan ∆H reaksi. guru pembimbingnya bapak Agus Mulyono
--------------------------------------------------------------------------
 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENENTUAN ∆H REAKSI
Hari dan Tanggal : Selasa, 4 Agustus 2011
Oleh : Latifah Suryaningrum

A.Eksperimen
Menentukan reaksi dengan kalorimeter sederhana.

B. Tujuan
Dalam eksperimen ini akan ditentukan reaksi natrium hidroksida (NaOH) dengan asam klorida (HCl).

C. Alat dan Bahan
1. Termometer
2. Gelas ukur
3. Pengaduk kaca
4. Larutan NaOH 1M
5. Larutan HCl 1M

D. Prosedur
1. Masukkan 25 mL larutan NaOH 1 M ke dalam gelas ukur.
2. Ukur suhu larutan NaOH 1M dengan menggunakan termometer. Perhatikan saat memindahkan termometer dari satu larutan ke larutan yang lain sebelumnya thermometer dicuci dan dikeringkan dulu.
3. Masukkan larutan NaOH 1M ke dalam kalorimeter.
4. Siapkan 25 mL larutan HCl 1M ke dalam gelas ukur.
5. Ukur suhu larutan HCl 1M.
6. Hitung suhu rata-rata antara larutan NaOH 1M dengan larutan HCl 1M.
7. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam kalorimeter lalu aduk dengan pengaduk kaca sampai kedua larutan tercampur.
8. Ukur suhu akhir campuran.

E. Dasar Teori
Untuk menentukan perubahan entalpi (∆H) digunakan suatu alat yang disebut kalorimeter. Cara penentuannya disebut kalorimetris. Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter).

- Pada kalorimeter, kalor reaksi = jumlah kalor yang diserap / dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan; diabaikan.
qreaksi = - (qlarutan + qkalorimeter )
qkalorimeter = Ckalorimeter x ∆T
dengan :
Ckalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter (J/⁰C) atau (J/K)
∆T = perubahan suhu (oC atau K)

- Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil; maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter.
qreaksi = - qlarutan
qlarutan = m x c x ∆T
dengan :
m = massa larutan dalam kalorimeter (g)
c = kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J/g.⁰C) atau (J/g.K)
∆T = perubahan suhu (⁰C atau K)

- Pada kalorimeter, reaksi berlangsung pada tekanan tetap (∆P = nol) sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam sistem = perubahan entalpinya.
∆H = qp

- Dalam menentukan entalpi berlaku persamaan :
Qreaksi = - (Qlarutan + Q kalorimeter)
Q reaksi = - (m.c.∆T + c.∆T)

- Jika kapasitas kalori dalam kalorimeter diabaikan, maka :
Qreaksi = - (m.c.∆T)
Keterangan :
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis(J/kg⁰C)
∆t= perubahan suhu (Celcius)

Yang perlu diperhatikan pada penggunaan kalorimeter adalah apabila suhu campuran bertambah berarti reaksi menghasilkan kalor yang diserap oleh campuran larutan sehingga harga ∆H= − , dan kebalikannya jika suhu campuran larutan turun berarti larutan membutuhkan kalor dengan cara menyerapnya dari campuran larutan sehingga harga ∆H= +.

F. Hasil Pengamatan

Keterangan
Dalam derajat (°)
Suhu larutan NaOH
Suhu larutan HCl
Suhu rata-rata
Suhu akhir campuran
27°
27°
27°
31°

Keadaan :
1.Larutan HCl berwarna putih bening.
2.Larutan NaOH berwarna putih bening.
3.Campuran pada kedua larutan, berwarna putih dan terdapat gelembung-gelembung halus berwarna putih pada awal reaksi, dan tercium bau yang tidak sedap.

G.Analisis
1.Perubahan suhu pada reaksi tersebut :
Jawab : ∆T = 31°C − 27°C = 4°C
2.Jika massa jenis campuran dianggap sama dengan air (𝜌 = 1𝑔/π‘šπ‘™) maka massa campuran :
Jawab : Vcampuran= 25 + 25 = 50 π‘šL
m = 50 gram
3.Dengan menggunakan harga 𝑐 = 4,184 j/g°C maka kalor reaksi :
Jawab : 25 ml = 0,025 L
Q = m. c. ∆T
Q = 50 × 4,184 × 4
Q = 836,8 joule
4.Jumlah mol NaOH dalam 25 ml (0,025 L) larutan NaOH 1M :
Jawab : 0,025 mol
5.Jumlah mol HCl dalam 25 ml (0,025 L) larutan HCl 1M :
Jawab : mol = 0,025 mol
6.Jumlah mol H2O yang terbentuk dari reaksi :
Jawab : 0,025 mol
7.Perubahan entalpi reaksi per mol H2O yang terbentuk :
Jawab : ∆H = 33472 joule
8.Persamaan termokimia reaksi di atas :
Jawab : NaOH(l) + HCl(l) → NaCl(aq) + H2O(l) ∆H = +33472 joule

H.Kesimpulan
1.∆H suatu reaksi dapat dicari melalui suatu percobaan.
2.Dalam pengukuran kalor reaksi; selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter pada tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat dari gelas ukur/ gelas stirofoam.
3.Harga ∆H pada reaksi di atas bernilai negatif karena campuran mengalami kenaikan suhu.
4.Untuk mencari massa larutan, kita perlu mencari volume larutan dan massa jenis larutan
5.Untuk mencari kalor reaksi, kita perlu mencari perubahan suhu pada reaksi dan massa larutan dalam kalorimeter.
6.Untuk mencari ∆H suatu reaksi, kita perlu mencari kalor yang dihasilkan atau dibutuhkan dalam reaksi tersebut serta jumlah mol larutan yang bereaksi.

I. Lampiran

Buat yang mau liat filenya, kurang lebih kayak gini nih, cekidot! :)



Buat file yang lebih lengkap teman-teman bisa download [di sini]

8/24/2011 10:08:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 3