Yang baru :

Selamat Datang! Silakan mencari artikel di sini. Blog ini sampai sekarang masih dalam tahap construction. Terimakasih banyak sudah berkunjung 🐣 mohon kritik dan sarannya πŸ™‡πŸ»πŸŒΌπŸ€

Tampilkan postingan dengan label Praktikum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Percobaan... ~biologi edisi uprak

Sebelumnya...

Gomen nee, minna-san. *kenapa awal-awal udah minta maaf?*

Seharusnya udah beberapa hari ee, justru seharusnya beberapa bulan sebelum bulan Mei ini post-nya.
Haha, maaf ya minna~ karena baru ada kesempatan buat filter foto-foto yang masih terbengkalai di gallery foto kali ini. Ya, karena hari ini bisa agak longgar karena kemaren baru aja menyelesaikan tahap pamungkas buat tes ke salah satu sekolah tinggi.

Udah ada beberapa foto yang di filter kemaren, tapi karena tadi pagi itu buat ikutan Car Free Day -anak jomblo yang menghabiskan beberapa hari sebelumnya buat mulai belajar giat lagi juga perlu istirahat. Contohnya olah raga- jadi tunda dulu. dan sekarang pas bahas bagian yang ini. Dokumentasi. Yap. Foto dokumentasi percobaan biologi. Tepatnya foto buat Uprak a.k.a ujian praktik kemaren-kemaren lama itu.. *nah, bener kan udah kelewatan jauh, sekarang aja udah move on ke sbmptn*
...

DSCF7207 lab bio

Hari itu adalah hari terakhir buat mata pelajaran biologi. Dengan master guru yang nggak usah diragukan lagi kehebatannya, ibu guru Lis yang menjadi guru pembimbing untuk melakukan beberapa percobaan-yang kami kelas tingkat tiga yang dulunya nggak tau, sekarang lupa-buat persiapan ujian praktek biologi *tanggalnya berapa aku udah lupa hahaha*

Kita dibagi dalam 1 kelompok ada 2 orang. setelah kita ambil lotre *yang jelas bukan buat judi* kita dapet tugas melakukan praktikum yang mana. setelah itu kita menyiapkan alat dan bahannya. kita melakukan percobaan kira-kira 1 jam pelajaran. ibu guru berputar mengelilingi para siswa untuk menjelaskan lebih detailnya. para siswa memperhatikan apa saja yang dijelaskan dan dikatakan olah ibu guru. hari itu menyenangkan.. kami memang senang, tapi kami juga cepat lupa, karena memang saat itu banyak sekali langkah, cara dan bahan praktikum yang harus kami hafalkan. jadi... karena cepat lupa itu, kami mendokumentasikannya bersama-sama.. 😊

------------------------------------------------------------------
Take!πŸ“Έ Dokumentasi percobaan biologi 
#UprakπŸ” #PercobaanBiologi #Suloyo13 #Smansa13 #LabBiologiπŸ”¬
DSCF7208 lab bio
Ini dia.. laboratorium biologi tempat kami para siswa bereksperimen!
DSC05032 preparat akar, batang, daun
ini nih.. percobaan Membuat preparat akar, batang dan daun
DSC05030 percobaan sach
yang ini percobaan Sach
DSC05031 percobaan ingenhouse
ini percobaan Ingenhouse
DSC05029 katalase (suhu)
kalo yang ini percobaan Enzim katalase dengan pengaruh suhu
DSC05025 kunci dikotomi
ini percobaan Menentukan kunci dikotomi pada hewan.. *pada tumbuhan juga bisa loo*
DSC05024  determinan tumbuhan
nah.. yang ini percobaan Determinasi tumbuhan
DSC05023 preparat otot + tulang
ini percobaan Preparat otot dan tulang
DSC05020 pengamatan lumut
ini pengamatan Lumut .. *eh ada tanganya ibu guru 😊*
DSC05004 termometer, lakmus, higrometer, neraca o'haus
dari kiri ke kanan: termometer, lakmus, higrometer, dan neraca o'haus. *kita harus tau cara pakainya*
DSC05000 kriptomeri
ini baling-baling *bukan punya doraemon* untuk percobaan Kriptomeri
DSC05002 dihibrit, monohibrit
ini percobaan Dihibrit dan monohibrit
DSC04999 respirasi
ini percobaan Respirasi pada hewan.. *pake belalang*
DSC05033 transpirasi
yang terakhir ini percobaan Transpirasi
------------------------------------------------------------------
Note: Terimakasih kepada temen-temen Suloyo13 atas kerjasamanya! terimakasih buat Herti sama Mona udah jadi kameramen. dan banyak terimakasih buat ibu guru atas bimbingannya! tujuan dari semua percobaan ini=buat mengingat, biar nggak lupa lagi. Dan nggak itu aja, semoga bisa jadi referensi buat temen-temen, kakak-kakak, adek-adek dan siapapun itu 😊
5/05/2013 12:17:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 0

Kamis, 26 Juli 2012

Laporan Kimia - Kesetimbangan Kimia

lap kimia kesetimbangan
hai, minna :) aku mau cerita tugas kimia nih. materi kali ini tentang Kesetimbangan. seperti biasanya setelah materi selesai, kita menerapkan materi yang sidah diterima untuk diuji di dalam sebuah praktikum kecil di sekolah. dan ini dia laporannya. Ini tugas laporan tentang kesetimbangan kimia. guru pembimbingnya bapak Aris Sutaka.
--------------------------------------------------------------------------
 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENGARUH PERUBAHAN KONSENTRASI DAN VOLUME TERHADAP KESETIMBANGAN
Hari dan Tanggal : Selasa, 11 Oktober 2011
Oleh : Latifah Suryaningrum

A. Eksperimen
Pengaruh perubahan konsentrasi dan perubahan volume terhadap keseimbangan

B. Tujuan
a. Menyelidiki pengaruh perubahan konsentrasi ion Fe3+ dan ion SCN- serta perubahan volume pada kesetimbangan
b. Menyelediki arah pergeseran kesetimbangan

C. Reaksi Kimia
Fe3+ + SCN- FeSCN2+

D. Alat dan Bahan
     Gelas kimia
     Tabung reaksi
     Rak tabung reaksi
     Pipet tetes
     Aquadest
     Kristal Na2HPO4 1M
     Larutan FeCl3 1M
     Larutan KSCN 1M

E. Prosedur
1. Memasukan aquadest sebanyak 25 mL ke dalam gelas kimia.
2. Menambahkan lima tetes larutan FeCl3 1M dan lima tetes larutan KSCN 1M ke dalam gelas kimia yang berisi aquadest kemudian membagi sama banyak campuran tersebut ke dalam lima tabung reaksi yang sudah disiapkan.
3. Menambahkan satu tetes larutan KSCN pada tabung reaksi pertama.
4. Menambahkan satu tetes larutanFeCl3 pada tabung reaksi kedua.
5. Menambahkan sebutir kecil Na2HPO4 ( yang mampu mengikat ion Fe3+ ) pada tabung reaksi ketiga.
6. Menambahkan 5 mL pada tabung reaksi keempat.
7. Tabung reaksi kelima tidak ditambahkan larutan, pengamat menggunakannya sebagai pembanding.
8. Mengamati dengan cara melihat dari atas tabung reaksi perubahan warna larutan dalam keempat tabung reaksi dibandingkan dengan tabung reaksi kelima yang digunakan sebagai pembanding.
9. Mencatat hasil pengamatan.

F. Dasar Teori
Pada keadaan kesetimbangan, reaksi berlangsung terus menerus dalam arah yang berlawanan. Akan tetapi jika pada suatu sistem kesetimbangan tersebut diberi aksi (pengaruh) dari luar maka sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami pergeseran dan membentuk kesetimbangan yang baru.

Tahun 1884 Henri Louis Le Chatelier berhasil menjelaskan pengaruh faktor luar terhadap kesetimbangan, yang dikenal dengan azas Le Chatelier, yang berbunyi :

“ Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi) maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.”

Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.
Bagi reaksi:
A + B « C + D

Kemungkinan terjadi pergeseran:
1. Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B membentuk C dan D, sehingga jumlah mol A dan Bherkurang, sedangkan C dan D bertambah.
2. Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol C dan Dherkurang, sedangkan A dan B bertambah.

Reaksi sistem terhadap aksi luar adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan. Faktor yang dapat menggeser letak keseimbangan :
1. Perubahan Konsentrasi
2. Perubahan Volume
3. Perubahan Tekanan
4. Perubahan Suhu

Apabila konsentrasi salah satu zat yang terlibat dalam kesetimbangan, maka berdasarkan azas Le Chatelier sistem akan mengurangi pengaruh perubahan tersebut.
- Jika konsentrasi pereaksi diperbesar maka sistem akan mengurangi penambahan tersebut dengan menggeser kesetimbangan ke kanan sehingga pereaksi berkurang dan hasil reaksi bertambah.
- Jika konsentrasi pereaksi diperkecil maka menambah pereaksi dengan mengurangi hasil reaksi sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri.

Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.
- Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi kecil.
- Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi besar.
- Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.

G. Hasil pengamatan
Tabung Reaksi
Zat yang ditambahkan
Warna larutan dibanding tabung kelima
1
KSCN
Warna merah semakin pekat
2
FeCl3
Warna merah semakin pekat, tetapi lebih pekat larutan pada tabung reaksi 1
3
Na2HPO4
Menjadi kuning
4
H2O
Lebih bening

H. Pertanyaan Untuk Analisa

1. Bagaimana pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap sistem dalam kesetimbangan :
a. Jika ditambah FeCl3
b. Jika ditambah KSCN
c. Jika ditambahkan Na2HPO4 ( mengikat/mengurangi ion Fe3+)
Jawab :
a. Reaksi sistem mengurangi komponen Fe3+ sehingga pereaksi berkurang dan hasil reaksi bertambah. Hal ini berarti terjadi pergeseran kesetimbangan ke arah kanan.
b. Reaksi sistem mengurangi komponen SCN- sehingga pereaksi berkurang hasil reaksi bertambah. Hal ini berarti terjadi pergeseran kesetimbangan ke arah kanan.
c. Reaksi sistem akan menambah komponen. Hal ini berati terjadi pergeseran ke arah kiri.

2. Bagaimana pengaruh perubahan volume akibat penambahan air terhadap sistem dalam keadaan kesetimbangan ?
Jawab : Penambahan air terhadap sistem dalam keadaan setimbang menyebabkan volume larutan lebih besar. Penambahan volume dapat membuat sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.

I. Kesimpulan
- Jika konsentrasi diperbesar maka reaksi sistem akan mengurangi komponen tersebut.
- Bila ke dalam suatu sistem kesetimbangan, konsentrasi salah satu komponennya ditambah maka kesetimbangan akan bergeser dari arah penambahan itu, dan bila salah satu komponen dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pengurangan itu.
- Jika volume diperbesar maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.
- Bila voume sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang besar.

J. Lampiran

Buat yang mau liat laporan yang asli disini nih :)


Buat filenya temen-temen bisa donwload [di sini]
7/26/2012 03:16:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 0

Rabu, 24 Agustus 2011

Laporan Kimia - Termokimia

lap kimia termokimia
hai, minna :) aku mau cerita tugas kimia nih. materi kali ini tentang Termokimia. seperti biasanya setelah materi selesai, kita menerapkan materi yang sidah diterima untuk diuji di dalam sebuah praktikum kecil di sekolah. dan ini dia laporannya. Ini tugas laporan tentang Penentuan ∆H reaksi. guru pembimbingnya bapak Agus Mulyono
--------------------------------------------------------------------------
 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENENTUAN ∆H REAKSI
Hari dan Tanggal : Selasa, 4 Agustus 2011
Oleh : Latifah Suryaningrum

A.Eksperimen
Menentukan reaksi dengan kalorimeter sederhana.

B. Tujuan
Dalam eksperimen ini akan ditentukan reaksi natrium hidroksida (NaOH) dengan asam klorida (HCl).

C. Alat dan Bahan
1. Termometer
2. Gelas ukur
3. Pengaduk kaca
4. Larutan NaOH 1M
5. Larutan HCl 1M

D. Prosedur
1. Masukkan 25 mL larutan NaOH 1 M ke dalam gelas ukur.
2. Ukur suhu larutan NaOH 1M dengan menggunakan termometer. Perhatikan saat memindahkan termometer dari satu larutan ke larutan yang lain sebelumnya thermometer dicuci dan dikeringkan dulu.
3. Masukkan larutan NaOH 1M ke dalam kalorimeter.
4. Siapkan 25 mL larutan HCl 1M ke dalam gelas ukur.
5. Ukur suhu larutan HCl 1M.
6. Hitung suhu rata-rata antara larutan NaOH 1M dengan larutan HCl 1M.
7. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam kalorimeter lalu aduk dengan pengaduk kaca sampai kedua larutan tercampur.
8. Ukur suhu akhir campuran.

E. Dasar Teori
Untuk menentukan perubahan entalpi (∆H) digunakan suatu alat yang disebut kalorimeter. Cara penentuannya disebut kalorimetris. Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter).

- Pada kalorimeter, kalor reaksi = jumlah kalor yang diserap / dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan; diabaikan.
qreaksi = - (qlarutan + qkalorimeter )
qkalorimeter = Ckalorimeter x ∆T
dengan :
Ckalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter (J/⁰C) atau (J/K)
∆T = perubahan suhu (oC atau K)

- Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil; maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter.
qreaksi = - qlarutan
qlarutan = m x c x ∆T
dengan :
m = massa larutan dalam kalorimeter (g)
c = kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J/g.⁰C) atau (J/g.K)
∆T = perubahan suhu (⁰C atau K)

- Pada kalorimeter, reaksi berlangsung pada tekanan tetap (∆P = nol) sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam sistem = perubahan entalpinya.
∆H = qp

- Dalam menentukan entalpi berlaku persamaan :
Qreaksi = - (Qlarutan + Q kalorimeter)
Q reaksi = - (m.c.∆T + c.∆T)

- Jika kapasitas kalori dalam kalorimeter diabaikan, maka :
Qreaksi = - (m.c.∆T)
Keterangan :
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis(J/kg⁰C)
∆t= perubahan suhu (Celcius)

Yang perlu diperhatikan pada penggunaan kalorimeter adalah apabila suhu campuran bertambah berarti reaksi menghasilkan kalor yang diserap oleh campuran larutan sehingga harga ∆H= − , dan kebalikannya jika suhu campuran larutan turun berarti larutan membutuhkan kalor dengan cara menyerapnya dari campuran larutan sehingga harga ∆H= +.

F. Hasil Pengamatan

Keterangan
Dalam derajat (°)
Suhu larutan NaOH
Suhu larutan HCl
Suhu rata-rata
Suhu akhir campuran
27°
27°
27°
31°

Keadaan :
1.Larutan HCl berwarna putih bening.
2.Larutan NaOH berwarna putih bening.
3.Campuran pada kedua larutan, berwarna putih dan terdapat gelembung-gelembung halus berwarna putih pada awal reaksi, dan tercium bau yang tidak sedap.

G.Analisis
1.Perubahan suhu pada reaksi tersebut :
Jawab : ∆T = 31°C − 27°C = 4°C
2.Jika massa jenis campuran dianggap sama dengan air (𝜌 = 1𝑔/π‘šπ‘™) maka massa campuran :
Jawab : Vcampuran= 25 + 25 = 50 π‘šL
m = 50 gram
3.Dengan menggunakan harga 𝑐 = 4,184 j/g°C maka kalor reaksi :
Jawab : 25 ml = 0,025 L
Q = m. c. ∆T
Q = 50 × 4,184 × 4
Q = 836,8 joule
4.Jumlah mol NaOH dalam 25 ml (0,025 L) larutan NaOH 1M :
Jawab : 0,025 mol
5.Jumlah mol HCl dalam 25 ml (0,025 L) larutan HCl 1M :
Jawab : mol = 0,025 mol
6.Jumlah mol H2O yang terbentuk dari reaksi :
Jawab : 0,025 mol
7.Perubahan entalpi reaksi per mol H2O yang terbentuk :
Jawab : ∆H = 33472 joule
8.Persamaan termokimia reaksi di atas :
Jawab : NaOH(l) + HCl(l) → NaCl(aq) + H2O(l) ∆H = +33472 joule

H.Kesimpulan
1.∆H suatu reaksi dapat dicari melalui suatu percobaan.
2.Dalam pengukuran kalor reaksi; selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter pada tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat dari gelas ukur/ gelas stirofoam.
3.Harga ∆H pada reaksi di atas bernilai negatif karena campuran mengalami kenaikan suhu.
4.Untuk mencari massa larutan, kita perlu mencari volume larutan dan massa jenis larutan
5.Untuk mencari kalor reaksi, kita perlu mencari perubahan suhu pada reaksi dan massa larutan dalam kalorimeter.
6.Untuk mencari ∆H suatu reaksi, kita perlu mencari kalor yang dihasilkan atau dibutuhkan dalam reaksi tersebut serta jumlah mol larutan yang bereaksi.

I. Lampiran

Buat yang mau liat filenya, kurang lebih kayak gini nih, cekidot! :)



Buat file yang lebih lengkap teman-teman bisa download [di sini]

8/24/2011 10:08:00 PM Ditulis oleh Latifah S Ningrum 3