Yang baru :

Selamat Datang! Silakan mencari artikel di blog ini. Blog ini masih dalam tahap construction. Terimakasih banyak sudah berkunjung :) mohon kritik dan sarannya

Minggu, 29 September 2013

dan.. pelangi itu pergi ~selamat tinggal

Sampai sekarang, aku belum sepenuhnya percaya, aku harap itu hanya mimpi. Tapi hari esok tetap datang kepadaku.
Aku harap kamu tetap disana. Seperti itu, ya, seperti itu. Berada di depanku dengan warna-warnamu. Tetapi sekarang berbeda. Kamu tidak ada di depanku lagi.
Seberapa pun aku mengatakan untuk jangan pernah melakukaanya, dan ternyata kamu memilihnya. Itu berat. Berat jika itu untukku. Aku tidak tau apa yang dipikirkan oleh nya. Ia yang menyukaimu lebih dari apapun. Ia yang mengatakaanya dengan bahasa tubuhnya dengan jelas kepadaku. Aku paham itu. Aku paham apa yang sebenarnya dia maksudkan.

Apakah aku juga harus mengatakaannya juga? Haruskah?
Aku tidak yakin jika itu bisa. Lagipula itu sudah jauh dari kata terlambat.

------------------------------------------------------------------
Aku tidak pernah menyalahkaanmu dengan keputusanmu. 
Aku tidak pernah membencimu dengan apa yang telah kamu pilih. 
Aku tau jika ini berat. ..
Aku tau jika semua itu adalah semua yang kamu inginkan. 
Aku tidak memiliki hak untuk memintamu melakukan apa yang aku inginkan.
-------------------------------------------------------------------


Ketika itu kamu berjalan. Aku berdiri disana. Dan aku memang sedang melihatmu. Aku ragu apa yang sedang kamu lakukan. Karena aku tidak menggunakan kacamataku. Hanya satu. Kamu berdiri disana juga. Menghadap ke arahku. Tersenyum. Dan senyuman itu masih tetap ada disana. Aku sangat suka melihatnya. Aku berdiri mematung disana. Tetapi scene itu memang berjalan terlalu cepat. Kamu sudah pergi menjauh dari sana. Langkahmu yang selalu aku lihat itu, semakin lama semakin menjauh. Dan kamu tidak pernah menoreh lagi.

Aku mempercepat langkahku. Berlawanan arah denganmu. Berjalan lebih cepat. lebih cepat agar aku tidak bisa melihat bayanganmu lagi. Aku memang tidak tahu kapan aku mulai menangis, senja di sore hari itu membuat mataku perih untuk menatapnya. dengan sedikit membuka mata tampak seseorang sedang menungguku di seberang jalan. Oi-chan yang menungguku disana.

"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu berjalan secepat itu? Dan kenapa kamu menangis?" pertanyaan Oi-chan datang bertubi-tubi. Aku tau dari pertanyaannya itu dia terlihat khawatir.

" Tidak ada apa-apa. aku baik-baik saja." Jawabku singkat, tidak menghiraukan semua celoteh Oi-chan yang berbicara panjang lebar itu.

Suasana kota Tokyo kali itu memang terlihat ramai seperti biasanya. Aku tau aku sedang bersedih. Tapi, sedihku hanya 5 menit saja. selanjutnya aku harus bisa melupakaannya...

" Nee.. kamu mau makan okonomiyaki? Hari  ini aku yang traktir!" kataku.

0 comments: